https://www.histats.com

Minggu, 20 Juli 2025

SAYA LAZIALE (Bagian 3 dari 3)

 

Elang Tidak Butuh Kerumunan

Cinta itu tumbuh makin dalam ketika Lazio diasuh oleh Simone Inzaghi—mantan pemain, legenda, dan Laziale sejati. Ia tidak hanya melatih, ia membawa ruh elang ke ruang ganti. Dari tim muda hingga tim utama, ia membangun kembali semangat yang sempat pudar. Lazio bangkit perlahan. Bukan untuk menjadi yang terbaik, tapi menjadi yang paling bermakna.

Dan kami, para Laziale, tetap setia. Setiap pertandingan adalah senam jantung sehat.” Setiap gol membawa air mata. Setiap poin berarti lebih dari angka di klasemen.

Bagi fans klub besar, gelar juara mungkin biasa. Bagi kami, satu trofi bisa dirayakan seperti Piala Dunia.

Menjadi Laziale adalah pilihan jiwa. Kami tidak memilih yang paling mudah. Kami memilih yang paling tulus. Sebagai sesama Laziale, ke mana pun kamu pergi, kamu tidak akan pernah sendiri. Karena di mana ada Biancoceleste, di situ ada keluarga.

Di dunia yang gemerlap dan penuh pencitraan, menjadi fans Lazio mengajarkan satu hal penting: kesetiaan adalah bentuk cinta paling murni. Kami tidak menunggu kemenangan untuk bangga. Kami bangga karena kami tetap berdiri, meski badai datang bertubi.

Aku mungkin bukan siapa-siapa di dunia sepak bola. Tapi aku tahu satu hal pasti: aku Laziale. Dan akan selalu begitu.

Forza Lazio!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong jangan memberikan komentar yang menyudutkan, agitasi ataupun berbau ras.. Terima Kasih. -NS-

SAYA LAZIALE (Bagian 3 dari 3)

  Elang Tidak Butuh Kerumunan Cinta itu tumbuh makin dalam ketika Lazio diasuh oleh Simone Inzaghi—mantan pemain, legenda, dan Laziale sej...