Elang Tidak Butuh Kerumunan
Cinta itu tumbuh makin dalam ketika Lazio diasuh oleh Simone
Inzaghi—mantan pemain, legenda, dan Laziale sejati. Ia tidak hanya melatih,
ia membawa ruh elang ke ruang ganti. Dari tim muda hingga tim utama, ia
membangun kembali semangat yang sempat pudar. Lazio bangkit perlahan. Bukan
untuk menjadi yang terbaik, tapi menjadi yang paling bermakna.
Dan kami, para Laziale, tetap setia. Setiap pertandingan
adalah “senam jantung sehat.” Setiap gol membawa air mata. Setiap poin
berarti lebih dari angka di klasemen.
Bagi fans klub besar, gelar juara mungkin biasa. Bagi kami,
satu trofi bisa dirayakan seperti Piala Dunia.
Menjadi Laziale adalah pilihan jiwa. Kami tidak memilih yang
paling mudah. Kami memilih yang paling tulus. Sebagai sesama Laziale, ke mana
pun kamu pergi, kamu tidak akan pernah sendiri. Karena di mana ada Biancoceleste,
di situ ada keluarga.
Di dunia yang gemerlap dan penuh pencitraan, menjadi fans
Lazio mengajarkan satu hal penting: kesetiaan adalah bentuk cinta paling murni.
Kami tidak menunggu kemenangan untuk bangga. Kami bangga karena kami tetap
berdiri, meski badai datang bertubi.
Aku mungkin bukan siapa-siapa di dunia sepak bola. Tapi aku
tahu satu hal pasti: aku Laziale. Dan akan selalu begitu.
Forza Lazio!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolong jangan memberikan komentar yang menyudutkan, agitasi ataupun berbau ras.. Terima Kasih. -NS-